4.23.2009

Electricity


Electricity (from the Greek word ἤλεκτρον, (elektron), meaning amber, and finally from New Latin ēlectricus, "amber-like") is a general term that encompasses a variety of phenomena resulting from the presence and flow of electric charge. These include many easily recognizable phenomena such as lightning and static electricity, but in addition, less familiar concepts such as the electromagnetic field and electromagnetic induction.

However, in scientific usage, the term is vague, and these related, but distinct, concepts are better identified by more precise terms:

* Electric charge – a property of some subatomic particles, which determines their electromagnetic interactions. Electrically charged matter is influenced by, and produces, electromagnetic fields.
* Electric current – a movement or flow of electrically charged particles, typically measured in amperes.
* Electric field – an influence produced by an electric charge on other charges in its vicinity.
* Electric potential – the capacity of an electric field to do work, typically measured in volts.
* Electromagnetism – a fundamental interaction between the magnetic field and the presence and motion of an electric charge.
Electric charge is a property of certain subatomic particles, which gives rise to and interacts with, the electromagnetic force, one of the four fundamental forces of nature. Charge originates in the atom, in which its most familiar carriers are the electron and proton. It is a conserved quantity, that is, the net charge within an isolated system will always remain constant regardless of any changes taking place within that system.[15] Within the system, charge may be transferred between bodies, either by direct contact, or by passing along a conducting material, such as a wire.[16] The informal term static electricity refers to the net presence (or 'imbalance') of charge on a body, usually caused when dissimilar materials are rubbed together, transferring charge from one to the other.



Selengkapnya.....

4.14.2009

Tidak Semua Radiasi Berbahaya


NYARIS semua hal yang berhubungan dengan radiasi membangkitkan rasa takut dan ngeri. Ketakutan ini timbul karena masih kuatnya kesan negatif masyarakat kita terhadap kata "radiasi". Pendek kata, apa pun bentuknya, jika sudah berurusan dengan radiasi, harus dihindari karena dianggap berbahaya. Padahal, tidak semua radiasi berbahaya. Bahkan, baik disadari atau tidak, dalam kehidupan sehari-hari kita selalu mendapatkan paparan radiasi dari berbagai sisi. Di mana pun dan kapan pun, tubuh kita selalu terkena radiasi. Tidak percaya? Mari kita runut satu persatu.

Di alam ini memang terdapat apa yang disebut dengan unsur radioaktif, yakni sifat dari suatu zat yang dapat memancarkan sinar radiasi karena kondisi zat tersebut tidak stabil. Secara alami dalam tulang kita terdapat (sedikitinya dua) unsur radioaktif, yakni polonium dan radium. Otot-otot kita mengandung unsur karbon (C) dan kalium (K) radioaktif. Sementara itu, dalam paru-paru kita juga terdapat gas mulia radioaktif dan tritium. Zat-zat ini dan banyak zat lainnya secara terus-menerus memancarkan radiasi dan menyinari tubuh kita dari dalam.

Kita juga terkena radiasi dari dalam melalui semua zat radioaktif alam dan buatan yang berasal dari makanan atau minuman yang kita konsumsi sehari-hari.

Setiap waktu kita juga terkena radiasi dari bumi dan angkasa. Meski jarang terjadi,kita menerima lewat zatzat radioaktif yang dikeluarkan lewat atmosfer melalui ledakan-ledakan nuklir dan lepasan dari pusat tenaga termal/panas. Yang lebih mengejutkan, rumah kita mungkin juga menjadi "gudang" dari sejumlah materi yang mengandung zat radioaktif yang kita bawa ke dalam rumah. Zat tersebut sebagian besar menempel pada tubuh kita atau banyak berhubungan dengan aktivitas kita seharihari.Sebut saja misalnya gas radon.

Dalam bidang kesehatan, radiasi justru menjadi penyelamat. Kadang-kadang kita menjalani pemeriksaan dengan sinar-X dan mammografi. Dokter gigi kemungkinan memutuskan untuk menyinari gigi kita dengan sinar-X. Pengobatan dan pemeriksaan medik juga memerlukan zat-zat radioaktif yang disuntikkan ke dalam tubuh kita. Penyakit kanker kadang-kadang diobati dengan sinar-X atau unit telekobal (disebut juga
bom kobal).

Di beberapa jenis pekerjaan, misalnya di industri nuklir, pertambangan dan penerbangan, para pekerja terkena radiasi, walaupun sasaran proses tersebut tidaklah menggunakan radiasi. Jika pada masa liburan kita berjalan di pegunungan atau terbang dengan pesawat, kita akan terkena radiasi lebih banyak dari biasanya.


Contoh-contoh ini secara jelas menunjukkan bahwa tidak semua radiasi berbahaya. Sebaliknya, memang benar bahwa radiasi dapat membunuh,dengan cepat atau secara perlahan. Oleh karena itu, baik untuk diketahui, kapan seseorang seharusnya takut terhadap radiasi dan kapan seharusnya tidak takut. (Nur/infonuklir.com)





Selengkapnya.....

11.25.2008

Listrik ??


Aku mau sedikit berbagi buat temen2 mengenai apa listrik itu?? let's gooo

* Listrik adalah kondisi dari partikel subatomik tertentu, seperti elektron dan proton, yang menyebabkan penarikan dan penolakan gaya di antaranya.

* Listrik adalah sumber
energi yang disalurkan melalui kabel. Arus listrik timbul karena muatan listrik mengalir dari saluran positif ke saluran negatif.

Bersama dengan magnetisme, listrik membentuk interaksi fundamental yang dikenal sebagai elektromagnetisme. Listrik memungkinkan terjadinya banyak fenomena fisika yang dikenal luas, seperti petir, medan listrik, dan arus listrik. Listrik digunakan dengan luas di dalam aplikasi-aplikasi industri seperti elektronik dan tenaga listrik.
Listrik mengalir dari saluran positif ke saluran negatif. Dengan listrik arus searah jika kita memegang hanya kabel positif (tapi tidak memegang kabel negatif), listrik tidak akan mengalir ke tubuh kita (kita tidak terkena strum). Demikian pula jika kita hanya memegang saluran negatif.
Dengan listrik arus bolak-balik, Listrik bisa juga mengalir ke bumi (atau lantai rumah). Hal ini disebabkan oleh sistem perlistrikan yang menggunakan bumi sebagai acuan tegangan netral (ground). Acuan ini, yang biasanya di pasang di dua tempat (satu di ground di tiang listrik dan satu lagi di ground di rumah). Karena itu jika kita memegang sumber listrik dan kaki kita menginjak bumi atau tangan kita menyentuh dinding, perbedaan tegangan antara kabel listrik di tangan dengan tegangan di kaki (ground), membuat listrik mengalir dari tangan ke kaki sehingga kita akan mengalami kejutan listrik ("terkena strum").
Listrik dapat disimpan, misalnya pada sebuah aki atau batere. Listrik yang kecil, misalnya yang tersimpan dalam batere, tidak akan memberi efek setrum pada tubuh. Pada aki mobil yang besar, biasanya ada sedikit efek setrum, meskipun tidak terlalu besar dan berbahaya. Listrik mengalir dari kutub positif batere/aki ke kutub negatif.

Teknik Elektro adalah ilmu teknik atau rekayasa yang mempelajari sifat-sifat elektron atau sifat-sifat kelistrikan yang kemudian diaplikasikan pada kehidupan sehari-hari. Berasal dari bahasa Inggris electrical engineering, yang bisa diartikan dengan teknik listrik.

Ilmu teknik elektro dulunya dibagi atas 2:
· Arus kuat, yang mempelajari listrik tegangan tinggi, serta
· Arus lemah, yang mempelajari listrik tegangan rendah.
Selain itu, ilmu teknik elektro dapat dibagi menjadi:
· Teknik elektrik, terutama mengenai sifat-sifat listrik dan pemanfaatan listrik dalam berbagai bidang.
· Teknik elektronika, terutama mengenai sifat-sifat elektron dan pemanfaatannya dalam berbagai bidang.
Sejalan dengan perkembangan teknologi, khususnya pada bagian arus lemah, maka saat ini dibagi menjadi enam konsentrasi, yaitu:
Teknik Tenaga Listrik (electric power engineering), yang dulunya merupakan konsentrasi arus kuat
Teknik Elektronika (electronics engineering)
Teknik Telekomunikasi (telecommunication engineering)
Teknik Kendali atau Teknik Pengaturan (control engineering)
Teknik Komputer (computer engineering)
Teknik Biomedika (biomedics engineering)




Selengkapnya.....